Sebagian Penerbangan Batik Air dan Citilink Akan Dipindah ke Soekarno-Hatta Mulai 1 Agustus 2025

by christine natalia
Sebagian Dosen UGM Liburkan Mahasiswa untuk Ikut Aksi Tolak Revisi UU TNI

Salingsambung.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menetapkan kebijakan baru terkait operasional penerbangan domestik. Sebagian penerbangan berjadwal milik maskapai Batik Air dan Citilink yang selama ini berangkat dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma (HLP), Jakarta, akan dialihkan ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) mulai 1 Agustus 2025.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan publik di sektor transportasi udara. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyampaikan bahwa perpindahan ini bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi dua bandara besar di wilayah Jakarta.

“Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan di kedua bandara, yakni Halim Perdanakusuma dan Soekarno-Hatta,” ujar Lukman dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (tanggal tidak disebutkan).

Kemenhub juga telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait. Beberapa rapat telah digelar guna memastikan kesiapan teknis dan operasional dalam pelaksanaan kebijakan tersebut.

Menurut Lukman, operator penerbangan seperti Batik Air dan Citilink telah menyatakan kesediaan mereka untuk menjalankan keputusan tersebut. Kedua maskapai menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pemindahan sebagian jadwal penerbangan ke Bandara Soekarno-Hatta.

“Operator penerbangan telah kami informasikan, dan mereka pada prinsipnya menyetujui serta siap menindaklanjuti keputusan ini,” ungkapnya.

Pemindahan ini akan mulai berlaku secara efektif pada 1 Agustus 2025. Penyesuaian tersebut akan berdampak pada sejumlah rute tertentu yang sebelumnya dioperasikan melalui Halim dan kini beralih ke Soekarno-Hatta. Namun, rincian daftar rute yang terdampak masih akan diumumkan lebih lanjut oleh masing-masing maskapai.

Dalam proses transisi ini, Lukman mengimbau seluruh pihak terkait, termasuk maskapai dan operator bandara, untuk proaktif menyosialisasikan informasi kepada penumpang. Tujuannya adalah untuk menghindari kebingungan, keluhan, serta kesalahan dalam pelaksanaan perjalanan udara.

“Kami menekankan pentingnya penyebaran informasi melalui seluruh kanal komunikasi agar masyarakat, khususnya calon penumpang, memahami perubahan yang terjadi,” tambah Lukman.

Ia juga mengingatkan calon penumpang yang biasa menggunakan Bandara Halim agar terus mengikuti perkembangan informasi dari maskapai atau penyelenggara bandara terkait perubahan lokasi keberangkatan.

Dengan adanya perubahan ini, diharapkan lalu lintas penerbangan di kedua bandara dapat lebih tertata, sekaligus meningkatkan kenyamanan penumpang dan efisiensi operasional penerbangan nasional.

Related Posts

Leave a Comment