OpenAI Luncurkan Study Mode di ChatGPT, Dorong Siswa Kembangkan Pemikiran Kritis

by christine natalia
OpenAI Luncurkan Study Mode di ChatGPT, Dorong Siswa Kembangkan Pemikiran Kritis

Salingsambung.com – OpenAI resmi meluncurkan fitur terbaru bernama Study Mode dalam layanan ChatGPT, yang ditujukan untuk mendukung proses belajar siswa dengan menekankan pada pengembangan keterampilan berpikir kritis. Fitur ini mulai tersedia sejak Senin (29/7/2025) bagi pengguna yang telah masuk ke akun mereka, baik di paket Free, Plus, Pro, maupun Team.

Melalui Study Mode, ChatGPT tidak hanya memberikan jawaban atas pertanyaan pengguna, tetapi juga mendorong interaksi yang lebih dalam dengan materi pembelajaran. Dalam beberapa kasus, chatbot ini bahkan menolak memberikan jawaban langsung jika siswa belum menunjukkan pemahaman terhadap materi yang dimaksud.

Fitur ini dirancang berdasarkan kebutuhan jutaan siswa yang telah menggunakan ChatGPT di lingkungan sekolah. OpenAI menargetkan Study Mode dapat membantu menciptakan pola belajar yang lebih reflektif dan mandiri, terutama di tengah kekhawatiran bahwa penggunaan AI secara berlebihan bisa menurunkan kualitas berpikir siswa.

OpenAI menyampaikan bahwa peluncuran ini akan diikuti dengan perluasan akses untuk pengguna Edu, yakni pelajar dari sekolah yang telah berlangganan paket institusional khusus. Dalam beberapa minggu ke depan, siswa dalam kategori tersebut akan mulai mendapatkan akses ke fitur ini.

Kehadiran Study Mode tidak lepas dari temuan sejumlah riset yang menyoroti dampak penggunaan AI dalam dunia pendidikan. Studi yang dilakukan pada Juni 2025 menunjukkan bahwa siswa yang menulis esai dengan bantuan ChatGPT cenderung mengalami penurunan aktivitas otak dibandingkan mereka yang menggunakan pencarian Google atau menulis secara mandiri.

Menanggapi temuan ini, OpenAI menyusun Study Mode sebagai solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap jawaban instan dan mengembalikan fokus kepada proses berpikir. Alih-alih menjadi mesin penjawab, ChatGPT kini diharapkan bisa menjadi mitra belajar yang menantang siswa untuk memahami materi secara lebih mendalam.

Namun demikian, fitur ini belum dilengkapi dengan kontrol dari pihak ketiga, seperti orang tua atau administrator sekolah. Siswa masih bisa kembali ke mode reguler kapan saja jika hanya ingin memperoleh jawaban cepat. Ketiadaan pembatasan ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas implementasi Study Mode di lingkungan belajar yang belum memiliki kebijakan digital yang ketat.

Di sisi lain, OpenAI menyatakan bahwa Study Mode merupakan langkah awal dari serangkaian upaya jangka panjang perusahaan dalam bidang pendidikan. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat ini juga berencana untuk membagikan data penggunaan fitur ini guna memahami bagaimana pelajar berinteraksi dengan AI generatif dalam keseharian mereka.

Peluncuran Study Mode menandai evolusi peran ChatGPT dalam dunia pendidikan. Dari sekadar alat bantu mencari informasi, kini aplikasi ini didorong menjadi platform belajar aktif yang memfasilitasi diskusi, pemahaman, dan penalaran kritis.

Langkah ini sejalan dengan tren global yang menekankan integrasi kecerdasan buatan dalam pembelajaran, namun tetap menjaga prinsip dasar pendidikan yang mendorong eksplorasi dan keterlibatan intelektual siswa.

Related Posts

Leave a Comment